Sejarah-perkembangan

Sejarah Perkembangan

Yayasan Pendidikan Baldatul Ummah merupakan Yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Untuk melaksanakan fungsinya yayasan ini memiliki beberapa lembaga pendidikan di bawahnya, yaitu Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Lembaga Pendidikan tersebut tumbuh dari dukungan masyarakat Kampung Cinta Asih Desa Cicalengka Wetan dan sekitarnya. Pada awalnya kegitan  pendidikan dimulai dari pengajian santri kalong yang dilaksanakan setiap malam di rumah ketua Yayasan yaitu H. Acip, S. Ag.  Kegiatan ini berjalan selama beberapa tahun dan akhirnya beberapa aghniya memberikan dukungan berupa pembangunan Gedung madrasah yang digunakan untuk pengajian dan kegiatan belajar mengajar.

Seiring berjalannya waktu dan atas dukungan dari berbagai pihak mulailah didirikan Lembaga-lembaga Pendidikan formal dengan diawali pendirian Yayasan sebagai badan hukum yang menaunginya. Secara resmi izin operasional dikeluarkan pada tahun 2002 untuk MTs, tahun 2003 untuk RA, dan tahun 2007 untuk MA dari Departemen Agama Republik Indonesia.

Pada awal pendirian, mayoritas siswa berasal dari wilayah sekitar yaitu berjumlah 12 orang pada tahun 2002. Dengan berkembangnya informasi dan pengembangan pelayanan Pendidikan, pada saat ini siswa yang terdaftar di Lembaga-lembaga Pendidikan mulai dari RA sampai dengan MA berjumlah sekitar 400 siswa yang berasal dari berbagai wilayah dari kecamatan Cicalengka, Rancaekek, Nagreg, Cikancung, serta lintas kabupaten kota seperti Kota Bandung dan Sumedang.

Dari sisi fasilitas tempat kegiatan belajar mengajar, alhamdulillah selain aghniya yang telah membantu pembangunan madrasah juga pada tahun 2003 yayasan mendapat hibah tanah siap bangun dari Hj. Eulis dan H. Rohmid Suriawinata sebagai Pembina Yayasan. Sehingga Yayasan dapat melaksanakan pembangunan yang dikhususkan untuk ruang kelas dan fasilitas lainnya. Yayasan juga terbantu oleh bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sampai saat ini telah menyumbangkan 6 lokal ruang kelas baru. Selain itu ada pula bantuan fasilitas dari Pemerintah Kabupaten Bandung dan Kementerian Agama sebagai dukungan untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar. Sehingga pada saat ini madrasah memiliki lebih kurang 14 ruang belajar dengan fasilitas perpustakaan, aula, kantin, lapangan upacara, laboratorium Komputer, dan laboratorium IPA.

Tentunya seperti kata pepatah “tidak ada gading yang tak retak”, demikianpun dengan Lembaga kami ini. Banyak hal yang harus kita perbaiki dan tingkatkan untuk pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat. Semoga dengan dukungan berbagai pihak, Lembaga ini dapat lebih mengembangkan sayapnya untuk memberikan manfaat dan nilai positif kepada masyarakat yang lebih luas. Sehingga dapat mengambil peran dalam peningkatan indeks pembangunan manusia menuju masyarakat Indonesia yang hebat, bermartabat dan berdaya saing dengan berakhlakul karimah.

Kunjungi dan Ikuti Media Sosial Kami :