BULAN RAMADHAN SAATNYA MEMPERBANYAK DOA
Oleh : Arif Zaenal Mustopa
Tak terasa bahwa hari ini merupakan hari ke 5 di bulan Ramadhan 1442 H bertepatan dengan 17 April 2021. Alhamdulillah segala puji bagi Allah pada hari ini kita masih diberi karunia berupa nikmat hidup di bulan suci Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah Syahrul Mubarok atau bulan yang penuh dengan berkah Allah SWT. Para ulama menerjemahkan berkah sebagai ziyaadatul khoiri atau bertambahnya kebaikan. Bagaimana tidak bertambah kabaikan ummat di bulan ini dari yang tidak terbiasa puasa semuanya beramai-ramai puasa, bagi yang tidak pernah shalat berjamaah semuanya berbondong2 untuk melaksanakan sholat bahkan bukan untuk sholat wajib saja tapi juga untuk melaksanakan sholat sunnah seperti tarawih dan lain sebagainya. Begitu juga dengan hidupnya berbagai majelis taklim dan kegiatan ibadah lainnya ramai sekali dilaksanakan di bulan Ramadhan ini.
Dari berbagai hal atau nilai positif di bulan mulia ini ada hal-hal yang kadang terlupakan oleh sebagian orang Islam yaitu berdoa. Kita ketahui bersama bahwa ada hadits sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Hakim yang mengatakan addu’a shilaahul mu’miniin atau doa’ itu adalah senjatanya orang mukmin. Dalam menjalani hidup dan kehidupan ini Allah SWT mempersenjatai kita dengan keajaiban doa. Bahkan saking penting nya doa, Alloh memerinthkan langsung kepada manusia untuk senantiasa berdoa atas hajat-hajat yang kita kehendaki. Allah SWT bersabda ud’unii astajiblakum yang artinya berdoalah kalian niscaya akan aku kabulkan.
Lantas kanapa harus di bulan Ramadhan ini kita memperbanyak doa bukankah boleh juga kita memanjatkan doa di bulan lain. Jawabannya betul sekali kita boleh memanjatkan doa diwaktu sesuai kehendak kita tetapi memang bulan Ramadhan ini merupakan momen spesial yang harus kita manfaatkan sebaik baiknya. Pertama momen Ramadhan adalah moment dimana kita sangat termotivasi untuk berpuasa. Disamping karena kewajiban Allah juga akan mengampuni orang-orang yang melaksanakan ibadah puasa ini dalam istilah hadits disebutkan manshooma romadhona iimaanan wahtisaaban ghufiro lahu maa taqoddama min danbihi sederhananya orang yang berpuasa Ramadhan ini akan diampuni seluruh dosa-dosanya selama 1 periode Ramadhan ke belakang atau 1 tahun. Maka ketika seseorang diampuni dosanya kemungkinan untuk dikabulkan doanya sangat besar sekali. Ibnu Qoyyim mengatakan bahwa apabila waktumu sempit untuk berdoa maka mohon ampunan saja atau beristighfarlah kepada Allah karena orang yang diampuni oleh Allah akan diberikan segala hajatnya bahkan sebelum dia memintanya.
Yang kedua adalah posisi orang yang berpuasa memiliki tempat khusus dalam prioritas terkabulnya doa. Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad “terdapat tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.”. Sedangkan pada saat ini kita berada di grade skala prioritas pertama berdasar hadits tersebut yaitu orang yang berpuasa sampai ia berbuka. Karena itu untuk mengisi waktu luang dari satu ibadah ke ibadah yang lain sangat baik sekali kita memanjatkan doa-doa kepada Allah atas segala hajat kita serta mamanjatkan doa yang dicontohkan oleh Rosululloh dan termaktub di dalam Al-Qur’an.
Ilustasi Foto : iStockphoto
Namun kadang godaan dalam memanjatkan do’a itu besar sekali termasuk dalam waktu-waktu yang direkomendasikan untuk berdoa. Seperti poin yang ketiga yaitu berdoa diwaktu sahur yang kadang kita banyak disuguhi berbagai tontonan “kurang” mendidik untuk keluarga kita sehingga kurang termanfaatkan. Waktu shahur adalah waktu yang baik untuk berdoa dan meminta ampunan bagi seorang hamba. Ini adalah waktu dimana para calon penduduk taman-taman surga berbondong-bondong meminta ampunan atau beristighfar kepada Allah sebagaimana termaktub dalam QS. 51: 18. Maka ada baiknya kita membagi waktu makan sahur kita dengan malaksanakan amalan ini karena sayang sekali untuk dilewatkan. Disamping belum tentu kita mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan hal tersebut di hari yang lain karena tidak ada yang tahu sampai mana Allah memberi jatah umur kita. Semoga dengan memanfaatkan kesempatan ini Allah menjamin pintu masuk surga dengan jalan amalan ini.
Yang keempat adalah memaksimalkan do’a di waktu antara ashar dan maghrib. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud Rosululloh SAW berdabda “Pada hari Jum’at terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar” . Waktu menjelang maghrib ini kadang jarang sekali dipergunakan untuk berdo’a karena biasanya kita sibuk mempersiapkan menu berbuka dan ada juga yang memiliki budaya ngabuburit seperti jalan-jalan atau sekedar mengunjungi pasar tumpah untuk menu berbuka puasa. Tentunya kesempatan ini tidak boleh berlalu begitu saja terutama di hari jum’at sebagai sayyidul ayyam di bulan Ramadhan sebagai sayyidusyuhur.
Semoga pada Ramadhan tahun ini do’a dan ibadah kita menjadi maksimal dari sisi kualitas dan kuantitas. Dan kita tidak menjadi Sebagian orang yang rugi, karena sabda Rosul “celakalah seseorang yang masuk bulan Ramadhan terus Ramadhan berlalu sedangkan ia belum diampuni dosanya”. Selamat menjalankan ibadah puasa untuk seluruh kaum mukminiin mukminaat semoga kita dapat berkumpulkan di gerbang Arrayyaan. Wallohu ‘alam.
